Meragukan Perhitungan KPU NTT untuk Pemilihan Gubernur

Meragukan Perhitungan KPU NTT untuk Pemilihan Gubernur

Posted by at 22 March, at 16 : 20 PM Print

inilahFLORES – Publikasi perhitungan real count untuk pemilihan Gubernur NTT sudah diberhentikan sejak Rabu (13/3/2013) kemarin. Penghentian ini mengundang tanda tanya sekaligus keraguan, mengapa?

Alasan utamanya adalah apakah KUP NTT itu cukup jujur dalam perhitungan? Ini pula yang diminta calon gubernur NTT Esthon L Foenay.Menurut Esthon, pihaknya berharap KPU NTT bersikap jujur, transparan, netral dan menghindari indikasi akan adanya kecurangan dalam proses penghitungan suara Pilgub 2013 ini.

Bukan cuma Esthon. Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Ricky HP Sitohang pun punya sikap yang sama. KPU selaku lembaga penyelenggara dan penghitung perolehan suara, kata dia, harus mengutamakan kejujuran, keadilan, dan transparansi. Tidak boleh ada manipulasi data.

Mengingat segenap masyarakat pun mengikuti proses ini, seyogyanya KPU NTT mengutamakan harapan ini. Ketahuan melakukan manipulasi menyebabkan keseluruhan proses hingga masa kepemimpinan gubernur terpilih akan rusak ke depan. Taruhannya cukup berat, yakni nasib NTT ke depan.

Berdasarkan data terakhir yang dilaporkan KPU NTT,  Paket Esthon-Paul meraih 437,332 (24,63 %) suara, Paket Tunas 413.110 (23,27 %), Paket Cristal208.600 (11,75 %), Paket Frenly 541.252 (30,48 %), dan Paket BKH-Nope: 175.366 (9,88 %) suara. Total suara masuk sebanyak 1.775.660 (58,66%) dari DPT 3.027. 283

Data terakhir ini mengundang banyak kecemasan. Pertama, masih ada kemungkinan pilkada NTT berlangsung dua putaran. Belum ada paket calon yang menang mutlak dan berhak mengklaim kemenangan itu dalam satu putaran. Kedua, beda tipis suara antara Paket Frenly, Tunas, dan Esthon_Paul menyebabkan semua kubu masih memelihara optimisme. Hal ini dimungkinkan dengan jumlah suara yang masuk baru menyentuk setengah persen dari daftar pemilih.

Kubu Frenly tentu saja menginginkan unggul dan menang mutlak untuk satu putaran. Tetapi, kubu Esthon-Paul dan Tunas memelihara asa untuk putaran kedua. Jika bukan keluar sebagai suara terbanyak, kedua paket ini berharap mampu menyaingi peroleh suara Frenly untuk putaran kedua.

Sensitif. Sedikit saja kekeliruan atau KPU NTT bermain curang dalam perhitungan tertutup itu sudah memberi akibat yang fatal untuk hasil Pilkada NTT. Maka, seruan keraguan dan berharap KPU tidak curang pun didengungkan.(iF02)

Berita Terbaru Ulasan ,

Related Posts

Leave a Reply

Hubungi Kami

PT Flores Media Research
Email : redaksi@inilahflores.com
Redaksi inilahflores.com menerima tulisan, liputan publik, foto, dan video. Kritik dan usul saran Anda kami tunggu melalui email redaksi