Air Mata HJM di Saat Rekonstruksi Pembunuhan Merry Grace

Air Mata HJM di Saat Rekonstruksi Pembunuhan Merry Grace

Posted by at 5 March, at 10 : 06 AM Print

inilahFLORES – Bagaimana pun juga dia tetap seorang mantan pastor yang dikenal. Tetapi, dia juga seorang tersangka dari pembunuhan seorang mantan suster bernama Merry Grace dan kedua anaknya di Lela, Maumere, Sikka. Lalu, dia pun menangis ketika harus memperagakan ulang caranya menguburkan Merry Grace dan kedua anaknya. Anak mereka. Dia kini menjadi manusia terluka oleh air matanya, tetapi tidak dengan cara itu dia menyembuhkan peristiwa itu kepada khayalak ramai.

Minggu (3/3/2013) kemarin, lautan manusia sudah meluber di Wisma Tahun Orientasi Rohani (TOR) Lela, yang kini sudah berganti menjadi Akademi Keperawatan. Telah tersiar kabar bahwa siang di Minggu itu, HJM alias Herder alias Herman Jumat Masan, tersangka pembunuhan Merry Grace dan dua anaknya akan melakukan rekonstruksi. Kabar itu lantas menjadi desas desus yang cepat mewabah. Lalu, berjubelah orang-orang ingin menyaksikan rekonstruksi tersebut.

Sekitar Pukul 11.00 wita, mobil yang biasanya mengangkut tersangka keluar dari Polres Sikka. Di dalam mobil itu, Kapolres Sikka AKBP Budi Hermawan bertindak sebagai pimpinan. Turut serta dalam mobil tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Sanadji, SH bersama beberapa anggota polres lainnya.

HJM meringkuk di kursi pesakitan diapiti dua anggota polres Sikka. Dia mengenakan kaus oblong hitam dan celana pendek berwarna putih. Jambangnya tak terurus. Pengawalan ketat mengiring mobil tersebut.

Hujan mengalir deras di Kota Maumere. HJM tidak berbicara sepatah pun. Dia lebih banyak merenung dan terpaku. Entah, apa yang menjadi pikirannya. Namun, kini dia tengah digiring pada sebuah fakta, dan dirinya adalah pelaku utama sejak dari layar fakta itu akan disibak.

Nita dan Lela hujan pun mereda. Sekitar sejam perjalanan, HJM dan rombongan tiba di pelataran TOR Lela. Dia sangat mengenal tempat itu. Setiap sudut tempat itu telah dia hapal benar. Lapangan sepak bola Lela, Asrama, Kapela, gua maria, lapangan basket, bak mandi, dapur, kandang babi. Tidak mungkin dia lupa.

Tetapi, dia lebih mengingat dengan jelas – tentu saja dalam sepuluh tahun berlalu – sebuah tempat, tepat di depan kamar tidurnya ketika dia menjadi seorang pendamping rohani atau yang biasa dikenal dengan sebutan socius, bagi calon-calon imam projo empat keuskupan: Ruteng, Ende, Larantuka, dan Denpasar. Di taman bunga depan kamar tidurnya, persis bersebelahan dengan ruang poliklinik untuk calon imam – jika belum berubah seperti dulunya – dan berhimpitan dengan asrama calon imam, dia telah menguburkan tiga jasad: Merry Grace dan kedua anaknya.

HJM tidak ingin beringsut dari kedudukannya. Dia memaksa untuk tidak turun. Tak tahu alasannya. Apakah karena berjubelnya banyak orang, yang sebagian dia kenal dan sebagian mengenalnya. Atau, ada perasaan trauma menjalar di keping hatinya. Pun di otaknya. Pada sebuah tempat di taman itu, yang sejak sepuluh tahun lewat menghantui dirinya. Sekali lagi, kita tidak pernah tahu apa yang menjadi pikirannya.

Kecuali satu. HJM meneteskan air mata. Lalu dia turun dengan mata basah menuju ke tempat yang dia kenal dan dia pahami. Teriakan caci maki, umpatan pun meluruh dari lautan massa. Mereka meneriaki dia sebagai pembunuh, ya, seorang mantan pastor yang mereka kenal, kini adalah seorang tersangka pembunuhan.

Ibu-ibu menitikkan air mata. Orang-orang yang mengenal dan dikenalnya. Pada masa ketika dia masih dipanggil sebagai Romo Herman, dia pernah memakai stola dan kasula untuk memimpin misa di Gereja Lela, atau di stasi-stasi wilayahj Paroki Lela dan Sikka.

Kini, umat yang berarak menuju perjamuan kudus itu hadir untuk menyaksikan HJM tanpa stola. Tetapi, sebuah tulisan “tersangka” dikalungkan di lehernya. Lalu, dia memegang cangkul, bukan lagi piala dan hosti. Dia mulai mencangkul untuk menggali sebuah kuburan bagi tiga jasad manusia, bukan untuk menyelamatkan manusia.

HJM menangis, ibu-ibu menangis, dan kita pun patut menangis, seperti Sang Guru menangisi Yerusalem.(iF02)

Berita Terbaru Ulasan , , , ,

Related Posts

Leave a Reply

Hubungi Kami

PT Flores Media Research
Email : redaksi@inilahflores.com
Redaksi inilahflores.com menerima tulisan, liputan publik, foto, dan video. Kritik dan usul saran Anda kami tunggu melalui email redaksi