Paulus Talo Terpanggil Jadi Wagub Setelah 42 Tahun Geluti Pariwisata NTT

Paulus Talo Terpanggil Jadi Wagub Setelah 42 Tahun Geluti Pariwisata NTT

Posted by at 19 December, at 16 : 32 PM Print

inilahFLORES – Di tengah kesibukannya bersosialisasi dalam rangka pencalonan dirinya menjadi Wakil Gubernur NTT mendampingi Calon Gubernur NTT Esthon Foenay dari Partai Gerindra dan PDS, Paulus Talo menyempatkan diri berbincang bersama Redaksi inilahflores.com. Berikut petikan wawancara:

Bagaimana awal ceritanya hingga Bapak menjadi Calon Wagub NTT untuk paket ini?

Saya mendengar bahwa pasangan Friend Jilid II bubar setelah DPD Partai Gerindra melakukan Rakerda yang memutuskan Bapak Esthon Foenay diminta untuk maju sebagai calon Gubernur. Rapat itu juga memutuskan agar calon Wakil diserahkan kepada DPD Partai Gerindra dan Calon Gubernur. Selanjutnya saya juga mendengar bahwa Partai Gerindra mencari calon Wakil Gubernur melalui survei di daratan Pulau Flores, Kupang, dan Jakarta. Lalu seseorang mendatangi saya di Bali untuk menyampaikan bahwa nama saya ada di dalam hasil survei itu. Bagaimana tanggapan saya terhadap pilihan rakyat yang terhimpun di dalam survei? Lalu melalui beberapa kali pertemuan, saya menjawab dukungan masyarakat dengan menyatakan YA.

Motivasi Bapak menerima posisi Wagub ini?

Saya terpanggil. Selama ini saya membantu NTT dalam porsi sangat kecil, misalnya memberikan beasiswa, mencari dan memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat, membeli dan memberikan alat kesehatan untuk Rumah Sakit tertentu, mempromosikan pariwisata NTT sejak 1975 – setiap tahun saya melakukan promosi jual 2-3 kali di berbagai negara,  mendatangkan penulis pariwisata dan Biro Perjalanan Wisata ke NTT dengan biaya kami sendiri. Saya berpikir, pemerintah mempunyai dana dari APBD dan APBN. Seharusnya pekerjaan itu dapat dilakukan lebih baik bila dana itu dimanfaatkan secara dengan baik. Kalau saya di sana, saya akan membantu mengarahkan hal itu, jadi dari dalam. Kalau dari luar, siapa yang mau dengar bung?

Saya juga tertantang. Saya bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, tetapi saya disebut, saya dipilih oleh sebagian orang yang memilih saya melalui survei. Saya ingin tunjukan bahwa pilihan mereka tidak bertepuk sebelah tangan. Saya ingin bekerja untuk memajukan daerah kita yang sering disebut: termiskin, terkorup, terisolasi, terbodoh, terbelakang. Apakah mau dibiarkan NTT kita pada posisi itu?

Keyakinan Bapak seperti apa untuk kans Paket Esthon-Paul?

Keyakinan? Bila mereka yang memilih saya di dalam survei memberikan doa dan dukungan, juga bekerja keras maka kans paket Esthon-Paul akan menjadi pilihan masyarakat ketimbang paket lain.

Pandangan Bapak untuk Flores dalam lima tahun ke depan?

Flores 5 tahun ke depan tetap namanya Pulau Flores. Jalannya makin lebar, masyarakatnya lebih merasakan kemudahan transportasi, komunikasi dan informasi karena berkembangnya infrastruktur melalui APBN dan APBD I dan II. Pariwisata akan lebih berkembang karena potensi daya tarik kita yang besar, fasilitas yang muncul dan berkembang dengan baik dan aksesibilitas yang memadai. Rakyat telah sadar dan bangkit dengan ekonomi kreatif, contoh kecil di Lewoleba dibuatkan “jagung bunga” dengan cara meletus, lalu jagung dijual kepada papa lele dan mama lele. Belum lagi kue rambut, abon ikan dll. Motivasi diberikan, mereka dihargai…lalu jalan.

Untuk NTT dan Flores, apa yang akan Bapak lakukan?

Kalau paket kami terpilih, saya akan mengembangkan pariwisata untuk NTT. Bali 80% ekonominya tergantung dari pariwisata. NTT dapat mengembangkan pariwisatanya dengan tidak harus memindahkan Bali ke sana. Saya mengetahui cara itu, tolong diingat bung saya bekerja dibidang ini hanya baru 42 tahun.

Strategi pemenangan seperti apa?

Saya belum membahas soal itu. Kami baru melakukan sosialisasi, berkenalan dengan masyarakat NTT. Kami mendatangi mereka.(iF02)

Berita Profile Survei Terbaru , , ,

Related Posts

2 Comments


  1. Paulus Talo, 1 tahun ago Reply

    Dalam wawancara di atas terdapat kesalahan ketikan saya yang mengganggu. Pada pertanyaan tentang “Keyakinan”, saya menulis kata “ketimbang” yang lain, seharusnya saya menulis di samping yang lain. Di samping itu, keyakinan itu ada pada berkat Tuhan. Kalau sukses, itu karena berkatNYA. Kalau tidak sukses, itupun karena rencanaNYA.Terima kasih.


    • iF02, 1 tahun ago Reply

      Terima kasih Bpk Paul atas koreksinya


Leave a Reply

Hubungi Kami

PT Flores Media Research
Email : redaksi@inilahflores.com
Redaksi inilahflores.com menerima tulisan, liputan publik, foto, dan video. Kritik dan usul saran Anda kami tunggu melalui email redaksi